The Wanderer

Feb 24, 2019

New Year Trip to Gili Ketapang Island

How do you celebrate new year eve? Do you celebrate it with family & friends? Having a fancy new year eve dinner? Or having a short trip to your favorite destination? If you ask me, I would love to choose the third option :) So, I went to Gili Ketapang Island for 2019 new year celebration.

Kami berangkat dari Surabaya sekitar pukul 22:00. Perjalanan dari Surabaya ke Probolinggo biasanya ditempuh selama +/- 4 jam perjalanan, maka diperkirakan kami akan tiba di dermaga penyebrangan pada dini hari. Perhitungan waktunya sudah pas. Jadi.. setibanya di dermaga, kita akan memiliki waktu untuk bersiap" dan kemudian menyebrang ke Pulau Gili Ketapang. Tapiii, sekarang kan sudah ada tol baru. Perjalanan ke Probolinggo jadi lebih singkat. Jika biasanya kita akan memerlukan waktu +/- 4 jam untuk menuju ke Probolinggo, sekarang kita hanya butuh waktu 1 jam 30 menit saja :D Save time banget kan yah. So, kami tiba di Probolinggo pukul 23:30, jauh lebih cepat dari perkiraan :D.

Setelah bertemu dengan tour organizer kami, kamipun bergegas ke alun-alun kota Probolinggo untuk menyaksikan pesta kembang api. Pas banget kan kami tiba di Probolinggo midnight jadi kami masih bisa menikmati pesta kembang api di moment pergantian tahun. Kebetulan dermaga penyebrangan ke Pulau Gili Ketapang letaknya tidak jauh dari pusat kota/alun-alun kota Probolinggo. Pesta kembang api berlangsung selama +/- 30 menit. Setelah itu, alun-alun mulai sepi. Tidak seperti perayaan tahun baru di kota besar ya, ramainya sampai pagi :D Kami sempat mencari penginapan untuk beristirahat karena masih punya waktu sekitar 4 jam sebelum menyebrang ke pulau Gili Ketapang. Di tengah kota/sekitar dermaga terdapat beberapa penginapan/guest house dengan tarif yang sangat terjangkau +/- IDR 100.000an/room/night. Tapiii, malam itu penginapan full semua, mungkin karena efek malam tahun baru juga ya sehingga banyak wisatawan berdatangan ke Probolinggo. ya sudah, begadanglah kami sampai pagi di warkop tepi dermaga :D

Kami menyebrang dari dermaga Tanjung Tembaga pada pukul 06:00. Perahu yang kami naiki berbeda dari kebanyakan perahu yang pernah saya naiki. Jika biasanya kita naik di bagian dalam perahu, maka kali ini kami menaiki bagian atas perahu, sedangkan bagian dalam perahu dikosongkan. Cukup berasa juga sih ketika ombak sedang kencang, berasa kayak mau" jatuh, apalagi ngga ada pegangannya :D :D Tapiii.. beruntung sekali kami, dalam perjalanan ke pulau Gili Ketapang bisa menjumpai big cutie "Whale Shark". Rumornya memang di sini banyak dijumpai Whale Shark. Well, tahun baru diawali dengan keberuntungan, semoga akan selalu menyertai sepanjang tahun :)


Perjalanan ke Pulau Gili Ketapang



Tiba di Pulau Gili Ketapang, kami diarahkan oleh tour organizer kami menuju ke rest area sambil menunggu giliran untuk snorkeling. Kami kebagian jadwal snorkeling pukul 11:00. So, kami punya banyak waktu untuk beristirahat dan bermain" di pantai. Kawasan rest area terdiri dari kumpulan gazebo untuk para tamu beristirahat. Di dalam rest area juga ada warung makan. Fasilitas cukup memadai dan bersih. Masing" tour organizer memiliki kompleks rest area nya masing".

Pulau Gili Ketapang

Rest Area

Pantai Pulau Gili Ketapang merupakan pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih. Kondisi pantai juga bersih dari sampah" yang berserakan. Sepertinya penghuni pulau Gili Ketapang sangat peduli terhadap kebersihan pantai dan melakukan aktivitias pembersihan pantai secara berkala. Di bagian belakang pulau terdapat beberapa bak sampah besar  yang terbuat dari besi.

Pantai Pulau Gili Ketapang





Akhirnya.. tiba waktunya untuk kami berangkat snorkeling. Kami akan dibawa menuju ke 2 spot snorkeling. Spot yang pertama adalah spot Nemo. Sebenarnya spot ini adalah spot buatan. Hanya ada 1 rumah Nemo di bawah yang kemungkinan memang sengaja diletakkan di situ untuk dijadikan sebagai object wisata. Lalu yang kedua adalah spot plakat "Pulau Gili Ketapang". Agenda snorkeling dari tour organizer adalah foto di kedua spot tersebut. Satu-persatu kami mengantri untuk foto. Untuk yang tidak bisa berenang atau freedive, tenang saja,  kalian akan didorong supaya bisa turun ke bawah. Di bawahpun ada pipa yang bisa kita jadikan pegangan sehingga badan kita tidak mengapung lagi ke atas. Dan, tidak usah takut tenggelam, spot nya ngga terlalu dalam kok, mungkin hanya sekitar 3-5 m saja, dan kita akan dikelilingi oleh banyak crew yang akan memastikan keselamatan kita. So, foto underwater yang keren sudah pasti bisa kita dapatkan. Beruntung sekali saya ketika sesi foto di spot Nemo, ikan Nemonya sedang bermain" keluar. Padahal ketika teman" yang lain foto, Nemonya sembunyi ngga mau keluar :D I was so blessed.







Tapiii, aku kurang puas loh snorkelingnya :D :D :D Karena ngga ada agenda fun dive. Jadi agenda snorkeling dari tour organizer ya hanya pengambilan foto di kedua spot itu aja sih. Kita hanya punya waktu untuk fun dive ketika menunggu giliran foto atau setelah selesai foto sambil menunggu tamu yang lain foto. Selesai foto, kami langsung dipanggil untuk kembali ke perahu dan pindah ke spot berikutnya. Ahhh... singkat sekali snorkeling time nya. I want moreee. Walaupun spot di Gili Ketapang adalah spot" buatan, tapi tetep aja happy kena air laut, namanya juga Mermaid :D :D

Kembali ke pulau, hidangan ikan bakar yang lezat sudah tersedia di rest area, untuk menu tambahan ada juga cumi hitam, sosis, dan tempura. Sambal dari ikan bakarnya istimewa sekali lezatnya. Setelah makan dan membersihkan diri, kamipun kembali ke Probolinggo, ombaknya kencang sekali di sore hari. Tiba di Probolinggo, kami langsung melanjutkan perjalanan kembali ke Surabaya. Thanks to the new highway, perjalanan jadi semakin singkat. Jadi kami tiba di Surabaya lebih awal dan punya banyak waktu untuk beristirahat sebelum kembali beraktifitas keesokan harinya. Can't wait for another escape :)























Nov 7, 2018

If You Have Only A Half Day To Explore Jambi

Sometimes, you do not have much time to explore a city during a visit. But, you could still spare some time to explore the city. Make sure that you could maximize your limited time during your trip :) 


J . A . M . B . I

Terletak di pesisir timur pulau Sumatra, Jambi memiliki pesona dan ciri khas yang menarik untuk dijelajahi. Jambi memiliki nuansa islami dan melayu yang cukup kental karena mayoritas penduduknya beragama Islam. Sayangnya saya tidak memiliki cukup waktu untuk mengeksplor budaya dan peninggalan sejarah di Jambi. Pasti akan menarik sekali menggali peninggalan-peninggalan sejarah dan budaya masyarakat setempat.

Karena hanya memiliki setengah hari untuk mengeksplor Jambi, maka aku memilih untuk mengunjungi tempat-tempat iconic yang terletak di dalam kota dan tentunya berburu kuliner kahs Jambi.


Monas Kota Jambi

Monumen Nasional atau monumen peringatan perjuangan bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan yang terletak di Jakarta Pusat ternyata ada replika/miniaturnya di Jambi. Monas kota Jambi terletak di pusat kota berdekatan dengan gedung-gedung pemerintahan kota Jambi. Bentuknya mirip sekali dengan tugu Monas di Jakarta, hanya saja ukurannya lebih kecil. Sayangnya tugu Monas Jambi sekarang sudah tidak ada lagi digantikan oleh Tugu Keris Siginjai sebagai icon baru kota Jambi yang peresmiannya dilaksanakan pada malam tahun baru 2018. Letaknya tepat di depan kantor walikota Jambi. Seperti halnya Tugu Monas, Tugu Keris Siginjai juga merupakan lambang perjuangan. Jika Tugu Monas melambangkan perjuangan bangsa Indonesia, maka Tugu Keris Siginjai melambangkan  perjuangan kesultanan Jambi. Sayang sekali sih sebenarnya Tugu Monas Jambi harus dipugar karena keberadaannya telah menjadi icon kota Jambi selama puluhan tahun.

Lokasi monumen setiap hari minggu pagi menjadi pusat kegiatan car free day di Kota Jambi. Seperti pada umumnya kegiatan car free day, masyarakat kota Jambi berkumpul di lokasi monumen untuk melakukan berbagai aktifitas, umumnya sih untuk berolah raga dan kuliner seperti jalan sehat, bersepeda, dan senam pagi. Di sepanjang trotoar menuju ke monumen bisa kita jumpai juga berbagai alat fitness sederhana sebagai sarana untuk masyarakat Jambi berolah raga. Pedagang kulinerpun berjajar manjajakan berbagai macam jajanan. Suasana car free day di Jambi tidak kalah meriah kok dibandingkan dengan car free day di kota-kota besar :)


Monas Kota Jambi



CFD Kota Jambi



Jembatan Gentala Arasy

Jembatan Gentala Arasy juga merupakan icon terkenal di kota Jambi. Jembatan Gentala Arasy merupakan pedestrian bridge atau jembatan pejalan kaki yang dibangun membentang di atas sungai Batanghari sepanjang kurang lebih 500 M. Lumayan juga ya jalan bolak-balik berarti kita sudah menempuh jarak kurang lebih 1 KM. Dibangun dengan arsitektur yang kental dengan nuansa Arab, ternyata Gentala Arasy juga memiliki bangunan museum. Jembatan Gentala Arasy cocok banget nih untuk jalan santai di sore hari.


Gentala Arasy Bridge

Setiap kota memiliki keunikan masing-masing yang sangat worth it untuk dijelajahi walaupun hanya setengah hari :D If I have another opportunity to explore Jambi, I surely would love to explore more :)














Sep 18, 2018

A Walk to Remember, Lombok Post Earthquake, Aug 2018

It was a nice Saturday morning when I finally landed in Lombok. The weather was nice, so was my feeling. I felt good, enthusiastic, and happy :) It was one week after big earthquake destroyed Lombok. It was my first trip to Lombok and also my first experience becoming a volunteer.


Lombok Praya International Airpot


Tiba di Lombok, aku dijemput oleh seorang teman yang akan mengantarkanku ke lokasi tempat aku akan bertugas selama satu minggu sebagai relawan, tepatnya di desa Sokong, kecamatan Tanjung, kabupaten Lombok Utara. Beruntung sekali aku memiliki seorang teman di Lombok yang bisa mengantarkanku ke lokasi karena kondisi pada saat itu sangat susah untuk mendapatkan akses ke Lombok Utara. Banyak kendaraan yang di charter untuk mendistribusikan logistik ke camp” pengungsian. Kebanyakan orang juga lebih memilih untuk berkumpul bersama keluarga, so ngga ada driver. 

Perjalanan dari airport ke Sokong kami tempuh selama kurang lebih 2 jam perjalanan. Memasuki kabupaten Lombok Utara, hampir tidak ada rumah yang berdiri dengan utuh, semuanya hancur rata dengan tanah. It broke my heart into pieces realising  that many people have lost their home, their job, and some might have lost their family :( It was the reason why I decided to go to Lombok. I wanna help people and cheer them up. I do not have rescue, first aid, or medic skill. But I want to be there. 

I joined Endri’s Foundation project in North Lombok. Yayasan Endri merupakan sebuah yayasan yang didirikan oleh mas Endri Susanto pada tahun 2014 dan sudah memiliki perijinan dari dinas sosial. Berawal dari kepedulian mas Endri terhadap banyaknya anak” dan warga kurang mampu di Lombok yang menderita berbagai macam penyakit seperti kanker, tumor, down syndrom, bibir sumbing, polio, dan banyak penyakit lainnya, maka terbentuklah Yayasan Endri yang bertujuan untuk  membantu warga kurang mampu yang sakit, difabel, dan terlantar. Dengan motto “good things happen to good people”, Yayasan Endri memiliki banyak kegiatan sosial, diantaranya adalah:
• Membagikan sembako ke warga kurang mampu
• Mengadakan oprasi bibir sumbing secara berkala untuk warga kurang mampu
• Membagikan kursi roda untuk anak” difabel
• Mengadakan program bedah rumah bagi warga yang benar” miskin
Bahkan Yayasan Endri juga telah membangun sebuah sekolah dan perpustakaan rakyat di kecamatan Tanjung kabupaten Lombok Utara. Untuk mengetahui profil dan kegiatan Yayasan Endri selengkapnya, silakan klik link berikut: https://endrifoundation.or.id/


Endri Susanto, Founder Yayasan Endri

ki-ka: Mermaid, Mas Adam (penanggung jawab Posko Sokong Yayasan Endri), Ayin


Yayasan Endri mendirikan posko peduli gempa untuk menyalurkan logistik dan donasi dari para donatur kepada mereka yang membutuhkan. Mereka mencukupi kebutuhan masyarakat di sekitar posko serta mendistribusikan bantuan ke pelosok” yang belum tersentuh oleh bantuan sama sekali. Ketika saya tiba di Lombok, memang masih banyak pelosok” yang belum menerima bantuan. Donasi belum tersalurkan secara merata. Hampir di semua lokasi di Lombok Utara, listrik dan air masih mati, termasuk di posko kami. Kami hanya dapat menikmati listrik di malam hari dengan menggunakan genset. Kami juga harus menghemat penggunaan air karena keterbatasan air bersih. Memang ada bantuan penyaluran air bersih dari pemerintah, tetapi tidak tentu datangnya. Selama seminggu saya tinggal di posko, kami hanya menerima pasokan air bersih satu kali. Tentu saja itu tidak cukup karena air bersih merupakan kebutuhan pokok yang seharusnya selalu ada. Kami membutuhkan air bersih untuk masak, mencuci, dan mandi. Beruntung sekali ketika kami bisa mendapat pinjaman double cabin car sehingga kami bisa membawa tanki air dan mengisi pasokan air bersih di mata air terdekat. Ketika saya tiba di Lombok, aktifitas belum kembali normal. Pasar masuh banyak yang tutup sehingga agak sulit untuk mendapatkan makanan segar seperti sayuran, lauk pauk, dan buah”an. Indomie saja yang banyak tersedia. Tapi tentunya saat ini kondisi sudah menjadi jauh lebih baik. PLN sudah mulai memperbaiki jaringan listrik yang mati dan aktifitas di pasar sudah mulai normal kembali sehingga masyarakat sudah bisa mendapatkan makanan segar.


Hari Pertama, Sabtu 11 Aug 2018

Tiba di posko sore hari, bertemu dengan para donatur yang sedang mengantarkan donasi langsung ke lokasi. Senang sekali mengetahui banyak yang peduli dengan kesusahan yang sedang dialami oleh saudara” kita di Lombok. Di posko, tidak ada perbedaan status, semua membaur menjadi satu, saling membantu dan memberi semangat. Kebersamaan yang indah :) Sore itu kami bersama” menyantap lezatnya nasi Puyung, hidangan khas Lombok Tengah. Kalau di Jawa nasi Puyung mirip dengan nasi Krawu, hanya bedanya nasi Puyung  menggunakan ayam bukan daging. Hidangan nasi dengan lauk ayam suwir pedas dan ayam suwir crispy, so delicious.. apalagi saya belum makan seharian karena tidak menemukan warung yang buka dalam perjalanan menuju ke Lombok Utara :D


Stock Air Bersih di Posko Sokong


Klinik Darurat Posko Sokong


Camp Relawan Posko Sokong


Dapur Umum Posko Sokong


Malam harinya, bersama salah satu team dari Yayasan Endri, kami menuju ke desa Kakong untuk mengantarkan bantuan berupa terpal karena terpal yang mereka gunakan saat ini bocor, sehingga mereka membutuhkan terpal yang baru. Kami biasa mengantarkan bantuan di malam hari supaya bantuan tersebut tersalurkan tepat kepada yang membutuhkan, kebanyakan kami saulurkan ke pelosok” yang memang masih minim sekali menerima bantuan. Perjalanan ke desa Kakong kami tempuh selama kurang lebih satu jam perjalanan. Desa Kakong terletak di wilayah perbukitan. Kami harus melalui jalan sempit berliku tanpa penerangan jalan untuk menuju ke sana. Terdapat beberapa aspal yang retak akibat gempa, di berbagai ruas jalan bahkan retakannya sampai melubangi separuh badan jalan.


Kunjungan ke Desa Kakong Bersama Team dari Yayasan Endri


Desa Kakong pastilah sangat indah di siang hari. Pemandangan yang indah, udara yang sejuk, bahkan kita bisa menemukan mata air yang memukau di sini. I found a bounch of beauty in Lombok, Lombok indah, membuatku ingin kembali dan mengeksplore lebih banyak lagi. Tapi tentunya saat ini kondisi masih belum kondusif. Cukup berbahaya berkeliaran tanpa tujuan yang jelas apalagi seorang diri karena warga masih mengalami trauma mendalam akibat gempa dan kejadian” yang mengikuti setelahnya. Banyak warga kehilangan harta benda karena dijarah oleh oknum” yang tidak bertanggung jawab. Sungguh tega mereka melakukan hal itu di saat warga sedang kesusahan.

Malam ini kami tidur di luar karena tenda untuk relawan belum terpasang. Kebetulan ada gazebo di posko yang bisa kami gunakan untuk beristirahat. Dinginnya Lombok di malam hari, beruntung kami memiliki selimut untuk menghangatkan diri sehingga bisa tidur dengan nyenyak. Ah.. kasihan saudara”ku di Lombok yang setiap malam kedinginan dan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Untungnya bantuan berupa terpal, tikar, dan selimut sudah mulai banyak berdatangan, semoga penyebarannya bisa merata. Terpal menjadi salah satu kebutuhan pokok yang paling dicari di Lombok. Bahkan warga yang rumahnya masih berdiri dengan utuhpun tidak berani tidur di dalam rumah apalagi masih banyak gempa susulan. Ya Allah, beri kekuatan dan kesabaran untuk saudara”ku di Lombok sehingga mereka bisa bangkit lagi mulai membangun kembali Lombok menjadi tempat yang nyaman untuk mereka tinggali.


Hari Kedua, Minggu 12 Aug 2018

Selamat pagi Lombok, semoga harimu kembali ceria :)

Hari pertama di camp pengungsian. Bangun pagi, kemudian jalan” memgeksplore desa Sokong. Hampir semua rumah hancur, rata dengan tanah, bahkan rumah yang masih berdiripun rata” sudah retak dan rusak parah, sudah tidak layak untuk ditempati lagi karena cukup beebahaya, sewaktu” temboknya bisa runtuh. Beberapa bangunan fasilitas umumpun hancur berantakan, fasilitas pendidikan dan kesehatan sudah tidak bisa digunakan lagi.


Fasilitas Umum yang Rusak Pasca Gempa

Rumah Penduduk Hancur Pasca Gempa

Kami mandi di toilet darurat semi terbuka. Awalnya bingung gimana caranya mandi karena tidak terbiasa mandi di tempat terbuka tapi lama” jadi terbiasa juga. Kehidupan di camp pengungsian memang serba terbatas. Yah disyukuri saja, beruntung kami masih memiliki toilet darurat.

Pagi ini kami mendapat tamu relawan dari Medana, sebuah desa di kecamatan Tanjung. Namanya mbak Meta, wanita cantik, ceria, dan tangguh ini telah lama aktif di kegiatan” sosial. Pagi inipun mbak Meta mengunjungi camp kami untuk membantu kami di dapur umum, bertukar cerita, dan saling menguatkan. Seperti kebanyakan warga di Tanjung, rumahnya rata dengan tanah, bisnisnya hancur, bahkan harus tinggal di pengungsian. Tetapi mbak Meta tetap semangat bahkan mulai bangkit untuk ikut membantu warga. Berkeliling dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk healing bagi mbak Meta. Ahh.. terharu jadinya saya, di tengah” cobaan yang sedang mereka hadapi, mereka masih memiliki semangat untuk saling membantu. Mereka ini orang” hebat. This is definitely a lesson to be learned. Bercermin pada diri sendiri, aku jadi malu karena sering  mengeluh dan marah ketika diberi cobaan yang tidak seberapa. Setidaknya aku masih memiliki rumah yang layak untuk dihuni, pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan sehari”, keluarga dan teman” yang sangat peduli dan selalu siap memberikan support. Bahkan aku masih bisa melakukan hal” yang aku sukai. Betapa beruntungnya saya jika dibandingkan dengan mereka. Sungguh sangat tidak pantas bagiku untuk mengeluhkan hal” kecil.



ki-ks: Mermaid, Mbak Meta, Bang Romi (Perawat di Posko Sokong)


Kegiatan sehari” di posko kami adalah pendistribusian donasi kepada mereka yang membutuhkan. Donasi kami terima baik dari kantor pusat yayasan yang terlatak di Mataram maupun dari donatur yang datang langsung ke lokasi untuk mengantarkan donasinya. Donatur bukan hanya dari WNI saja, bahkan banyak sekali WNA yang datang ke lokasi untuk memberikan bantuannya. Sebagian dari mereka bahkan ada yang jauh” datang dari Bali hanya untuk memberikan donasi. Bantuan tersebut kami bagikan ke warga setempat dan kami distribusikan juga ke pelosok” yang masih minim menerima bantuan. Pendistribusian donasi telah dipetakan agar penyebarannya merata. Ternyata masih banyak desa di pelosok yang belum mendapat bantuan secara maksimal bahkan belum tersentuh bantun sama sekali. Memang ada bantuan dari pemerintah, akan tetapi birokrasinya sangat panjang. Kadang mereka datang pagi, sore pulang tidak membawa apa”, sehingga keesokan harinya harus datang untuk mengantri lagi. Sore itu kami mendapat kunjungan dari Kades Leong Timur dan mendengarkan kesaksian beliau tentang susahnya mendapat bantuan dari pemerintah. Tetapi mudah”an birokrasi dan penyaluran bantuan dari pemerintah bisa lebih fleksible sekarang, apalagi Pak Jokowi telah melakukan 2x kunjungan ke Lombok sehingga mengetahui bagaimana kondisi di Lombok.


Kegiatan Sehari" di Posko

Peta Pendistribusian Logistik di Lombok Utara

Sore ini kami mendapat kiriman air bersih dari pemerintah daerah dan petugas pemadam kebakaran, alhamdulillah :)


Pendistribusian Air Bersih



Hari Ketiga, Senin 13 Aug 2018

Ohayo gozaimasu 🌞

This morning, as usual, I am having a morning walk. Kali ini aku berjalan jauh ke selatan. Semakin masuk ke pelosok, semakin banyak ditemui rumah" penduduk yang hancur rata dengan tanah.Sejauh mata memandang sudah tidak ada lagi rumah yang berdiri dengan utuh dan kokoh. Berjalan semakin ke salatan, saya menemukan sebuah bukit yang indah di antara pemukiman penduduk.


Lapangan Tanjung

Bukit Tanjung

Pagi ini, untuk menghemat stock air bersih di posko, kami mandi dan mencuci baju di sungai. Dalam perjalanan menuju ke sungai, kami sempatkan diri mampir ke camp tetangga untuk melayat. Salah seorang pengungsi baru saja meninggal di pengungsian, seorang Bapak yang meinggal terkena reruntuhan rumahnya ketika kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang yang tertinggal di dalam rumah. Innalilahi wa innailaihi rojiun, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah.


Warga Mencuci Baju di Sungai Untuk Menghemat Pasokan Air Bersih



Karena keterbatasan stock air bersih, warga terpaksa mandi dan mencuci baju di sungai. Jangan dibayangkan sungai yang kotor dan penuh sampah seperti di Jawa ya. Walaupun airnya tidak jernih karena kedalaman yang dangkal, tetapi sungainya bersih dan airnya segar. Puas rasanya main air di sungai, this is my first experience, agak aneh sih awalnya, tapi ternyata enak juga, segar, ya anggap sajalah sedang berenang di kolam renang :D


Hari Keempat, Selasa 14 Aug 2018

Guten Morgen

Pagi ini kami berbelanja di pasar. Aktifitas di pasar sudah mulai normal kembali. Para pedagang menjajakan dagangannya di depan bangunan pasar. Alhamdulillah, makanan segar sudah bisa didapatkan. Kami membeli ikan nila segar untuk dimasak kuah pedas. Harga bahan makanan di pasar normal, tidak ada pedegang yang memanfaatkan kondisi untuk berjualan dengan harga mahal.


Kondisi Pasar Pasca Gempa


Hari ini mbak Meta datang lagi ke posko, tapi tidak sendirian. Mbak Meta mengajak seorang teman, mbak Jus namanya. Mereka berdua membuatkan bubur kacang hijau untuk para relawan supaya tetap strong ketika sedang mejalankan tugas. Kami menghabiskan waktu dengan mengobrol sambil melayani warga yang datang ke posko untuk meminta donasi barang" kebutuhan sehari".


With Mbak Jus

Stock air bersih di posko semakin menipis, terpaksa kami tidak mandi pagi ini. Pasokan air bersih belum datang lagi dan entah kapan mereka akan datang ke posko kami. Beruntung sekali siang itu kami mendapat kunjungan dari Bibi yang merupakan kerabat dari penanggung jawab posko, mas Adam. Rumah bibi terletak +/- 1-2 km dari posko. Rumahnya hancur, tetapi pasokan air bersih banyak dan lancar. Listrikpun sudah menyala. Sehari" Bibi sekeluarga tinggal di gazebo yang terletak di depan rumah mereka yang telah hancur. Mereka bercengkrama, makan, dan tidur di situ. Kamar mandi masih bisa digunakan, air bersih dan segar melimpah, tetapi temboknya sudah hancur :D Kebayang ngga mandi di tempat terbuka? Sudah berusaha ditutup dengan handuk dan baju pun masih ada bagian yang masih terbuka :D Bibi mengajakku mengunjungi tempat tinggalnya dan menawari aku mandi di rumahnya, aahhh.. segarnyaaa, akhirnya bisa mandi dan keramas :D Lombok Utara panas sekali di siang hari, gerah rasanya kalau tidak mandi.


PLN mulai memperbaiki jaringan listrik yang mati


Kembali ke posko, sedang ada kegiatan konsultasi dengan team medis. Para relawan medis memberikan layanan kesehatan kepada para pengungsi. Terharu, banyak yang peduli dengan kondisi Lombok dan memberikan bantuan baik secara materi maupun moral sesuai dengan kapasitasnya masing".


Layanan Kesehatan oleh Team Medis



Hari Kelima, Rabu 15 Aug 18

Bonjour!!

Hari ini kami merapikan dapur umum supaya terlihat lebih cantik :) Kebetulan kami baru menerima donasi berupa mangkok" dan ember" kecil warna-warni. Hari ini lagi" kami tidak bisa mandi di posko karena stock air bersih makin menipis. Jika ingin menumpang mandi, saya harus berjalan ke rumah Bibi atau ke bukit tempat saya berjalan" pagi di hari Senin kemarin. Di atas bukit, air bersih melimpah. Salah seorang teman yang tinggal di bukit menawari saya untuk mandi di rumahnya. Untuk mandi saja aku harus berjalan +/- 2-3 km jauhnya, hehe.. berungtung ya kita ketika ingin mandi tinggal melangkah beberapa meter ke kamar mandi saja.


Dapur Umum Posko Sokong

Aku tidak bisa meninggalkan posko siang ini karena teman" yang lain sedang ada urusan di luar posko. Untunglah mbak Meta datang lagi, sehingga aku jadi ada teman untuk mengobrol di posko. Sebenarnya siang ini, aku berencana untuk mengirim donasi ke timur beseta salah seorang teman dari yayasan Endri, tetapi dia sedang tidak enak badan. Siang harinya, mbak Meta mengajakku untuk mengunjungi rumah salah seorang teman di daerah Pemenang dan mengunjungi rumahnya. Kebetulan mbak Meta sudah ada janji dengan temannya di Pemenang, mbak Jane untuk mengantar air bersih dan mengambil terpal yang akan diberikan ke teman" yang membutuhkan.

Mbak Jane tinggal di perbukitan, halaman rumahnya luas dan dipenuhi dengan pohon" tinggi, adem, ayem rasanya. Rumahnya masih berdiri dengan kokoh. Rumah mbak Jane memiliki pondasi dari bebatuan dan berbentuk seperti rumah joglo. Kita harus naik dengan tangga untuk masuk ke dalam rumah. Rumahnya dibangun dengan konsep semi terbuka. Di ujung tangga, kita akan mendapati ruang utama yang terbuka yang berisikan ruang duduk, pantry, dan ruang makan. Di ujung ruangan ada Jacuzzi terbuka yang biasa digunakan untuk bersantai menikmati sunset. Walaupin sebagian besar bagian rumah terbuat dari kayu, kamar mandi dibangun dengan dinding batu bata yang sudah mulai retak akibat gempa. Kamar terletak di ujung lain bagian rumah. Dibangun dengan dinding kayu, bangunan tersebut masih kokoh. kamar tamu yang terletak di atas juga dibangun dengan dinding kayu dan masih berdiri dengan kokoh. Sepertinya rumah dengan dinding kayu cukup kuat juga dibandingkan rumah dengan dinding batu bata. Rumah" kayu masih berdiri dengan kokoh. Bukan hanya rumah mbak Jane saja, penginapan di tepi pantai Medana yang terbuat dari kayu juga masih berdiri dengan kokoh.

Mbak Jane mempersilakan warga yang tinggal di sekitar rumahnya untuk membangun tenda di tanahnya dan sekaligus mengkoordinir kebutuhan di camp, mulai dari kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, dan kebutuhan sehari" sampai membangun system sanitasi di pengungsian, mendatangkan team medis dari luar untuk memeriksa kondisi kesehatan para pengungsi, bekerja sama dengan para relawan dari luar untuk mengadakan trauma healing class, dan berbagai kegiatan penunjang lain. Super sekali ya mbak Jane ini, bukan hanya memberi tempat, tetapi juga mengkoordinir kebutuhan mereka sehingga camp pengungsian di tempat mbak Jane tertata dengan rapi. Dari tempat mbak Jane kami menuju ke camp di daerah Menggala untuk sedikit membantu di sana.


Trauma Healing Class

Naskun Lombok


Hari Keenam, Kamis 16 Aug 18


Another day in paradise.

Pagi hari menikmati keindahan pantai di Medana. Walaupun telah digoncang oleh gempa berulang kali, Lombok tetap indah. I found bunch of beauty in Lombok.


Pantai Medana

Morning Coffee

ki-ka: Mermaid, Bunda Meta, Mbak Jus, Oma

Hari ini adalah hari terakhirku di posko karena keesokan harinya aku akan dijemput kembali ke Mataram. Setelah menyelesaokan tugas di posko, akupun menyempatkan diri berjalan kaki ke bukit untuk berpamitan dengan bibi dan teman" di bukit. Ahh.. sedih sekali rasanya mengingat sebentar lagi akan segera meninggalkan Lombok Utara. teman" di sini sudah seperti keluarga. Kami telah berbagi cerita, suka dan duka, saling memberi support dan membantu. Banyak cerita dan pengalaman berharga. Aku punya keluarga baru di Lombok sekarang :) Semoga mereka selalu dalam keadaan sehat dan semnagat untuk membangun Lombok kembali.


Hari Ketujuh, Jumat 17 Aug 18

Today is Indonesian Independence Day. Akan tetapi kemeriahan hari kemerdekaan tidak terlalu terasa di pengungsian. Hari ini berjalan seperti hari" biasa, tidak ada bendera, tidak ada upacara, tidak ada perayaan.

Kami berbelanja di pasar hari ini. Kondisi di pasar sudah jauh lebih baik, semakin banyak pedagang yang mulai berjualan, dagangan di pasarpun sudah semakin beragam. Jaringan listrik di posko kamipun sudah diperbaiki sehingga kami tidak perlu menggunakan genset lagi di malam hari. Tinggal air bersih saja ini yang belum bisa kami dapatkan di posko.

Ahh.. lagi" harus berpamitan dengan teman" di posko, I hate farewell. Sedih rasanya meninggalkan posko. Suatu saat saya harus datamg lagi untuk mengunjungi teman" di Lombok Utara.


With Mbak Siti

Ki-ka : Mermaid, Bang Rommy, Bang Wira

Dengan Pengurus Posko dan Warga Setempat


Dalam perjalanan kembali ke Mataram, kami sempatkan mampir di Pantai Senggigi menikmati sore terakhir di Lombok :( Malam ini aku menginap di rumah teman di daerah Rembiga, dekat sekali dengan kedai Sate Rembiga, sate daging sapi dengan bumbu pedas manis, rasanya agak mirip dendeng. Di Surabaya aku suka sekali makan sate Rembiga, so pas banget ini, harus banget ngerasain cita rasa aslinya seperti apa :D


Penyebrangan ke Tiga Gili, Senggigi Beach


Hari kedelapan, Sabtu 18 Aug 18

Hari terakhir di Lombok :(

Sebelum saya kembali ke Surabaya, kami sempatkan untuk jalan ke Lombok Tengah, pantai Kuta menjadi tujuan kami hari ini. Perjalanan dari Mataram ke Pantai Kuta kami tempuh selama kurang lebih 1 jam. Pantai Kuta terletak di daerah perbukitan. Jalan yang kami lalui berliku dan menanjak indah sepanjang jalan.

Memasuki wilayah pantai Kuta, banyak sekali bar" di sepanjang jalan seperti di Legian. Di Malam hari pasti suasananya seperti di Legian. Memasuki kawasan pantai, ada beberapa surfing course dan dive centre. Ahhh.. jadi ingin menyelam rasanya, tetapi tidak mungkin karena sore harinya aku harus terbang kembali ke Surabaya, sedih :( Lagipula sepertinya aktifitas di dive centre belum kembali normal.

Banyak spot foto yang keren di Kuta. Pantai berpasir putih dengan air yang hijau jernih. Di bagian lain pantai Kuta, terdapat bebatuan yang sangat fotogenik. Karena tidak bisa main air, ya sudahlah ya, kita santai saja di tepi pantai, foto", next trip harus coba dive di sini :) It's like a magical pandora box, waiting to be opened and explored.


Pantai Kuta, Lombok








Saat ini tentunya kondisi di Lombok sudah jauh lebih baik, recovery sudah mulai dilakukan, sekolah" darurat mulai didirikan dan difungsukan, berangsur" kehidupan di Lombok sudah kembali normal. Akan tetapi, saat ini mereka masih membutuhkan bantuan kita. Bisnis mereka hancur, sebagian bahkan belum mulai bekerja kembali. Sedangkan di sana masih banyak kebutuhan untuk proses recovery dan tentunya kebutuhan pokok sehari" seperti beras, air bersih, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Oleh karena itu, aku berinisiatif untuk menggalang donasi lagi untuk membantu teman" di Lombok. Namun, ada satu hal yang mengusik pikiranku. Entah kenapa ketika berhubungan dengan donasi mind set kebanyakan orang adalah sebagai ajang untuk buang sampah. Jadi begini, ketika saya share ke beberapa group kebutuhan apa saja yang dibutuhkan di Lombok, sebagian besar dari mereka kompak mengumpulkan baju bekas untuk di donasikan. Baju bekas bahkan sudah tidak dibutuhkan lagi di sana karena sudah terlalu banyak orang mengirim baju bekas. I mean, untuk apa sih kita mengirim sesuatu yang tidak lagi diperlukan di sana? Selain baju, ada banyak kebutuhan lain yang lebih bermanfaat. Di beberapa lokasi memang baju masih dibutuhkan. Ketika saya menanyakan daftar kebutuhan ke teman" di Lombok, teman dari EF menyebutkan bahwa mereka masih membutuhkan baju. Tapi ngga sebanyak itu juga, seperlunya saja. Sedangkan baju yang kami terima berkarung-karung -_- Kami terpaksa harus sortir lagi baju yang kami terima karena tidak mungkin kami kirim semua. Sebagian tetap kami kirim. Sebagian lagi yang masih bagus akan kami jual di CFD, lumayam kan kalau sudah jadi uang bisa dibelikan kebutuhan lain yang lebih bermanfaat, dibelikan beras misalnya.

Nah, separuh lebih dari baju yang kami terima kondisinya sudah tidak layak pakai, kucel, robek, dan bahkan resletingnya rusak. Lalu untuk apa baju" tersebut didonasikan? Kami tidak mungkin mengirim baju" tersebut, dijual di CFD juga tidak akan laku. Fenomena ini loh yang bikin sedih dan kecewa terhadap pemikiran sebagian besar masyarakat Indonesia. Yang akan kita bantu ini bukan pengemis loh. Bahkan memberikan sesuatu ke pengemispun bukankah seharusnya dipilah" juga, barang yang sudah jelek dan rusak bukankah sebaiknya dibuang saja? Tidak ada paksaan untuk berdonasi, jika tidak ingin memberikan donasi juga tidak apa" karena donasi sifatnya sukarela, tidak mengikat. Jika memang tidak ingin memberikan donasi kenapa harus memberikan barang" yang tidak bermanfaat?

Opiniku jangan dibaca dengan nyinyir ya. Aku hanya ingin berbagi pengalaman saja, sekaligus meluapkan kekecewaan dan kekesalah sih :D We have to think and work smart. Kita kan udah pada gede ya, pasti tahulah mana yang baik. Jika ingin melakukan sesuatu atau memberikan sesuatu, pastikan hal tersebut dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Jika tidak ingin ya diam saja, jangan malah melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat. Seharusnya kita sama" maju ke depan bukannya melakukan sesuatu yang malah akan menghambat langkah kita ke depan. Ayo kita sama" #2019revolusimental dimulai dari diri kita masing", fighting :)























































Jul 4, 2018

6 Things To Do During Eid Mubarak Holiday

Libur lebaran baru saja usai. Mudik/liburan pastinya menjadi salah satu agenda wajib selama periode libur lebaran kemarin, khususnya mudik ke desa bagi yang punya kampung halaman :) Coba deh perhatikan feed IG, pasti banyak dipenuhi oleh foto” dengan latar belakang sawah :D Menikmati hari libur di desa yang tenang jauh dari keruwetan kota besar memang sangat menyenangkan. Sejenak kita bisa melepas penat dan beban, merasa bebas menyatu dengan alam, dan pastinya akan kembali segar ketika memulai aktifitas bekerja seusai liburan.

Sebelum memulai aktifitas liburan, pastikan kita telah melakukan perencanaan. Persiapkan segala sesuatunya dengan matang dan details untuk kenyamanan perjalanan kita. Lalu apa saja sih hal-hal yang bisa kita lakukan di desa agar liburan menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Yuk intip tips nya satu persatu :)

1. Silaturrahmi ke tempat keluarga dan teman
Salah satu tujuan mudik lebaran adalah untuk silaturrahmi dengan keluarga di desa. Mumpung nih lagi di desa, sekalian saja kunjungi semua kerabat atau teman yang kebetulan juga berdomisili di desa. Ngga setiap waktu kan kita bisa mengunjungi mereka, bertatap muka langsung, dan bertukar cerita. So take your precious time there wisely guys. 

2. Exploring neighbourhood
Lingkungan yang baru selalu menumbuhkan semangat, banyak hal baru yang bisa kita lakukan. Bermain di sawah, menjelajahi bukit di dekat rumah, bahkan mempelajari kebiaasaan dan culture masyarakat setempat. Selain menyenangkan, kegiatan teraebut juga akan menambah pengalaman dan wawasan kita.

3. Wisata kuliner daerah
Salah satu hal yang wajib dilakukan ketika sedang berlibur adalah mencoba kuliner daerah setempat. Rasanya kurang lengkap ya jika kita mengunjungi suatu daerah tanpa mencoba makanan khas daerah tersebut :)

4. Berpartisipasi dalam event-event lokal
Kalau di kota rasanya udah jarang banget kan ya event takbiran dengan berjalan keliling kampung membawa obor. Nah mumpung lagi di desa, coba deh ikut serta dalam kegiatan tersebut atau setidaknya ikut menyaksikan. Feel nya beda loh, cobain deh ;) Bukan hanya kegiatan takbiran saja, di desa juga sering ada kegiatan-kegiatan seperti street bazaar atau pertunjukan wayang semalam suntuk. Ngebosenin? Engga kok, justru kegiatan-kegiatan tersebut yang walaupun simple tetapi menjadikan masa liburan kita tidak monoton dan menyenangkan.

5. Mengunjungi tempat-tempat wisata
Ngga akan lengkap agenda liburanmu tanpa mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah setempat. Sempatkan waktumu untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata lokal.

6. Berbelanja kerajinan dan makanan khas daerah
Nah belanja oleh-oleh pastinya menjadi salah satu kewajiban juga ya sebelum pulang kembali ke kota. Selain makanan khas daerah, usahakan untuk membeli kerajinan/produksi lokal masyarakat setempat karena barang/barang tersebut tidak akan bisa kita temukan di kota dengan mudah :)

Serunya liburan di desa.. Jangan lupa untuk mengabadikan setiap moment dalam foto dan kalau bisa buat video atau vlog liburan yang bisa kita putar kapanpun kita butuh semangat dan inspirasi atau ingin mengenang kembali masa-masa menyenangkan liburan di desa :)